Dorongan Ilmu dan Riset Kehutanan Indonesia Jadikan Negeri Ini Sebagai Pemimpin Industri Kehutanan Dunia

Arloji Wanita – Sukanto Tanoto adalah sosok yang punya jiwa semangat berwirausaha tinggi. Ia mengawali bisnisnya dengan mendirikan grup Royal Golden Eagle (RGE) yang dulunya lebih dikenal dengan nama Raja Garuda Mas. Terjun ke dunia bisnis kayu lapis ternyata jadi pintu kesuksesan bisnis yang dijalankan Sukanto Tanoto. Salah satu pesan Sukanto Tanoto kepada para pebisnis muda dan pebisnis baru adalah jangan pernah berpura – pura untuk mengetahui segalanya, akan tetapi sebaliknya, luangkan waktu untuk belajar, dan analisa praktek – praktek terbaik di lapangan, jangan segan – segan untuk berdiskusi dengan para ahli terkait bisnis yang dijalankan, serta tetap rendah hati dan tekun dalam satu keinginan yang kuat.

Melalui ilmu dan riset kehutanan, Sukanto Tanoto berharap agar Indonesia bisa jadi pemimpin di industri kehutanan dunia. Yang demikian tersebut pastinya bukan tanpa alasan, sebab jika melihat dari luasan wilayah kehutanan yang ada di negeri ini tentu saja bukan tak mungkin jika suatu saat ini Indonesia akan jadi pemimpin di industri tersebut. Tetapi faktanya, sains dan riset yang ada di negeri ini masih dirasa kurang berkembang dengan baik sebagaimana mestinya. Gairah pengembangan ilmu lewat berbagai penelitian masih terbilang cukup rendah.

Padahal jika telaah lebih jauh lagi, tingkatan kemajuan sebuah bangsa akan berbanding luas dengan adanya jumlah riset yang dilakukan. Pada saat penelitian jadi semakin banyak, maka bisa dipastikan negara tersebut akan bertambah maju. Yang demikian ini termasuk halnya untuk industri kehutanan yang tak lepas dari tantangan jumlah riset yang minim. Sehingga atas dasar itulah, melalui Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto berinisiatif untuk mendorong perkembangan ilmu kehutanan yang ada di Indonesia.

Langkah yang dilakukan Sukanto Tanoto unutk mengatasi masalah minimnya riset tersebut adalah dengan mendirikan Tanoto Forestry Information Center atau TFIC di Institut Pertanian Bogor atau IPB. Diharap agar Tanoto Forestry Information Center ini jadi tempat paling tepat bagi pengembangan ilmu kehutanan di Indonesia. Video, panel, serta jurnal kehutanan yang ada di dalamnya nanti diharap bisa dimanfaatkan dengan baik untuk hasikan ilmuwan kehutanan yang lebih handal dan bisa diandalkan pastinya. Karena keberadan ilmuwan akan berkorelasi terhadap pengelolaan hutan di Indonesia.

Hingga akhirnya berbagai kegiatan dalam lembaga tersebut jadi jalan bagi lahirnya para ilmuwan serta praktisi kehutanan yang lebih unggul pada tingkatan internasional. Sukanto Tanoto memang merasa terpanggil untuk segera mendirikan TFIC, sebab ia tahu betul akan kekayaan hutan yang dimiliki negeri ini. Sebagai salah satu pelaku bisnis yang menggeluti bidang sumber daya alam, Sukanto Tanoto tahu akan potensi kehutanan di Indonesia. Oleh sebab itu, Sukanto ingin membantu pemerintah setempat dalam mengembangkan industri kehutanan dalam negeri agar nanti bisa jadi pemimpin di industri kehutanan dunia.

Meksipun IPB jadi salah satu perguruan tinggi pertama yang mendapat dukungan Tanoto Foundation untuk kembangkan ilmu kehutanan yang ada di Indonesia, bukan berarti tak akan ada pihak lain yang akan dapatkan dukungan yang sama. Sukanto Tanoto mengatakan bahwa, tak hanya dengan IPB, tetapi Tanoto Foundation juga akan menggandeng perguruan tinggi lain. Oleh sebab itu, diharap agar kerja sama yang dilakukan bersama IPB nanti bisa berjalan dengan baik sebagaimana yang sudah diharap – harapkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*