Langkah Perusahaan Sukanto Tanoto Dalam Menggalakkan Penanaman Pohon

Arloji Wanita – Sebagai salah satu pengusaha yang terbilang cukup sukses, Sukanto Tanoto pastinya juga memiliki visi yang cukup menarik dan bagus sekali untuk tiap bisnis yang didirikannya. Ia tahu betul bagaimana prospek sebuah industri di masa depan. Berbicara mengenai sektor kehutanan, Sukanto menilai bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat bagus sekali. Apalagi seperti yang kita ketahui bersama bahwa selama ini masih belum banyak yang mengganggap penting sektor kehutanan yang ada di Indonesia. Padahal jika dilihat lebih jauh lagi, prospek cerah dimiliki. Asal dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin lagi industri kehutanan yang ada di dalam negeri ini bisa berkembang dengan pesat.

Selain itu juga perlu untuk ketahui ketahui bersama, bahwa Indonesia pastinya harus lebih serius lagi dalam memperhatikan sektor kehutanan. Karena apa? Akan ada banyak sekali manfaat yang dirasakan apabila sanggup mengelolanya dengan sebaik – baiknya. Apalagi kita semua juga tahu jika hutan yang ada di negeri kita tercinta ini terbilang besar. Luasanya bahkan mencapai separuh dari jumlah total wilayah. Makanya tak salah lagi jika perusahaan yang didirikan dan diketuai oleh Sukanto Tanoto pada akhirnya menggalakkan penanaman pohon di Indonesia.

Langkah Perusahaan Sukanto Tanoto Dalam Menggalakkan Penanaman Pohon

Pastinya akan ada banyak sekali manfaat yang dirasa dari langkah perusahaan Sukanto Tanoto dalam menggalakkan penanaman pohon di Indonesia, khususnya untuk wilayah Pelalawan, Riau. Cara Sukanto Tanoto dalam menanam pohon di wilayah tersebut adalah dengan memulai dari memotong daun hingga menjadi sebuah hutan, sehingga nanti diharap bisa tercipta kota yang mandiri di wilayah tersebut. Jika dilihat dari segi udara, sejauh mata memandang hanya terlihat sebuah hamparan hutan hijau di Sumatera. Dari sinilah ia buat kertas yang disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Hingga akhirnya devisa pun bisa mengalir dan akan ada banyak tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya dari industri di bawah payung kelompok perusahaan Sukanto Tanoto.

Setidaknya ada sekitar 10 juta hektar di kawasan hutan Indonesia yang sudah dimanfaatkan untuk industri Hutan Tanaman Industri atau HTI, maupun Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu di Hutan Tanaman maupun IUPHHK-HT. di tahun 1995 silam yang hanya seluas 1.13 juta hektar, peningkatkan yang sangat signifikan. Bahkan kini jumlah HTI pun semakin bertambah mulai dari sembilan unit jadi 252 unit. Pada awalnya, izin HTI tersebut diberikan untuk penuhi kayu, khususnya bagi industri pulp dan kertas yang diketuai oleh Sukanto Tanoto untuk menggantikan pasokan kayu dari hutan alam.

Sebagai staf senior yang menangani proses penanam pohon RGE, Cosa Adrian menjelaskan bahwasannya untuk bisa menjamin proses produksi pulp dan juga kertas terus berlanjut, tidak kurang dari 1.3 juta pohon akasia akan ditanaman per harinya. Di sini juga akan melibatkan karyawan untuk urus bibit, mulai dari potong hingga tanam. Lalu staf Corcom RAPP yang bernama Ronalia juga mengatakan bahwa, untuk bisa menampung para karyawan di lingkungan pabrik, kantor, serta hutan disiapkan kompleks perumahan serta apartemen.

Bo Dahl dari Swedia mengatakan bahwa setelah meninjau proses pembibitan ia berkeliling pabrik untuk ketahui bagaimana kertas akan diproduksi dan sebagai technical sales ia juga menjelaskan bahwa 5 mesin yang kesemuanya dari Swedia dan perlengkapan laboratorium kertas jadi andalan untuk ciptakan produk yang berkualitas tinggi dan bisa bersaing di pasaran dunia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*