Belajar Ketulusan dari Kang Parjo

asuransi syariah indonesia

Arloji Wanita – Kang Parjo, begitulah saya dan teman-teman memanggilnya. Ia adalah senior kami di Angkatan Muda Masjid. Sosok yang sangat sederhana, tidak neko-neko dan cenderung pendiam. Usianya sudah tidak muda lagi, lebih dari 40 tahun. Namun, ia belum menikah. Entah apa yang menghambat dirinya untuk menikah.

Namun, meskipun hidup sendiri tanpa pasangan, Kang Parjo tak kehilangan kebahagiaan. Ia sering berkunjung ke rumah saudaranya yang sudah menikah dan bermain dengan keponakan-keponakannya yang cukup banyak/

Setiap hari, ia bekerja sebagai buruh serabutan. Seringkali, ia bekerja sebagai buruh bangunan dalam suatu proyek. Lain waktu, ia membantu memasang tenda untuk acara dan apa saja asalkan bisa diubah menjadi penghasilan. Tentu saja, uang yang ia terima dari beberapa pekerjaan tersebut tetap tidak bisa dikatakan banyak, terutama jika dibandingkan dengan pekerjaan lain yang mendapatkan gaji tetap.

Namun, sekali lagi, tak tampak kesedihan atau kegundahan dalam diri Kang Parjo dengan penghasilan yang ia terima. Bahkan, dengan penghasilan yang kurang menentu tersebut, ia kerap kali membelikan gas untuk keperluan masjid –terutama saat pengajian diadakan.

asuransi syariah indonesia

Membersihkan Masjid Seorang Diri

Apa yang menakjubkan lainnya dari diri Kang Parjo adalah ketulusan hatinya untuk membersihkan masjid setiap jumat pagi sebelum digunakan salat jumat. Ia, pagi-pagi sekali, sudah berada di masjid. Melipat karpet masjid yang panjang dan tebal lalu menyapu lantai masjid. Setelah itu, ia akan mengepel seluruh lantai masjid hingga ke bagian luar dan membersihkan kaca.

Semua pekerjaan tersebut ia lakukan seorang diri. Ia tak merasa keberatan atau meminta bantuan orang lain untuk turut membersihkan masjid. Memang, ia tak suka jika harus berteori dulu. Baginya, jika ingin melakukan sesuatu –termasuk membantu membersihkan masjid, seseorang bisa langsung datang. Saya dan teman terkadang turut membantu, terutama jika hari libur. Namun, tidak terlalu sering.

Ia secara langsung tidak ditunjuk oleh pihak pengurus untuk melakukannya. Namun, panggilan hatinya membawanya melakukan hal mulia tersebut. Selepas dari masjid, ia akan kembali ke pekerjaannya.

Kang Parjo sempat mendapatkan dana dari sebuah komunitas yang peduli dengan orang-orang yang berjasa seperti dirinya. Namun, sekali lagi, ia tidak mau dan sudah merasa cukup dengan penghasilan yang ia dapatkan. Baginya, hidup yang ia jalani sudah cukup membahagiakan dan menenangkan.

Membuat Kang Parjo Senang

Mengingat cerita Kang Parjo membuat saya merasa tertampar. Di dunia yang saat ini apa-apa adalah kepentingan sendiri, masih ada seseorang yang memiliki tingkat kepedulian tinggi dan tak berharap balasan apapun.

Terkadang, saya dan teman-teman iuran untuk sekadar membelikan sarung atau parcel untuk Kang Parjo, terutama menjelang lebaran. Mungkin, hal semacam itu bisa membuat Kang Parjo menjadi senang dan tetap semangat untuk membantu mengurus masjid.

Berkaitan dengan program umrah gratis yang dilakukan oleh asuransi Syariah Indonesia Allianz, saya berpikir mungkin hal tersebut bisa menjadi balasan dari ketulusan yang sudah diberikan Kang Parjo selama ini.

Dengan umrah, ia bisa menemukan dunia yang berbeda dan tentu saja menemukan pandangan yang berbeda untuk menjalani kehidupan yang nantinya semakin baik.

Kisah Kang Parjo di atas adalah hanya salah satu dari ribuan kisah penuh inspirasi yang bisa kita dapatkan di lingkungan sekitar. Allianz, melalui produk asuransi Syariah yang dimiliki, mengadakan program #AwaliDenganKebaikan untuk membantu orang-orang sederhana yang berjiwa besar agar bisa berangkat umrah secara gratis. Anda tentu bisa membagi kisah mereka melalui platform blog dan berbagi kebahagiaan untuk orang lain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*