Mengungkap Seremoni Ritual Adat Bulan Suro di Madiun

Mengungkap Seremoni Ritual Adat Bulan Suro di Madiun
(sumber : alif.id)

Arloji Wanita – Madiun dengan luas kurang dari 34 km persegi yang mulai berkembang dari kota kecil menuju kota modern sehingga disebut juga sebagai Kota “Gadis”, merupakan singkatan dari perdagangan, pendidikan, dan industri yang bergulir dengan meningkatnya jumlah hotel di Madiun. Kendati ketiga hal tersebut sering digunakan sebagai indikasi kemajuan dan perkembangan zaman, itu tidak membuat masyarakat di sana meninggalkan ritual adat leluhur.

Bulan Suro atau Muharam dalam sistem kalender Hijriah merupakan bulan yang sakral bagi masyarakat Jawa. Tidak sekadar sebagai bulan awal dan pergantian angka tahun tapi juga sebagai wujud pengingatan diri. Seremoni atau upacara dalam bulan tersebut dilakukan di berbagai daerah di Jawa dengan ragamnya. Berikut ini beberapa ritual yang dilakukan pada bulan Suro di Madiun.

Ruwatan

Ruwatan sejatinya dimaknai sebagai wujud pelepasan, penyucian dari hal-hal buruk yang akan menimpa dan pemulihan kembali kepada kebaikan. Salah satu daerah yang biasa menggelar Ruwatan Bumi adalah Desa Winongo, Kecamatan Manguharjo. Prosesi ini meliputi gunungan yang dikirab mengikuti rute tertentu, hingga puncaknya adalah pembagian gunungan yang terdiri dari berbagai hasil bumi dan makanan berupa jajanan pasar.

Mengungkap Seremoni Ritual Adat Bulan Suro di Madiun
(sumber : alif.id)

 

Dalam prosesi Ruwatan juga terintegrasi dengan kesenian tradisional—walaupun tidak dalam semua prosesi Ruwatan. Contohnya, di wilayah ini dengan kesenian Topeng Dongkrek, Reog, atau pagelaran wayang pada malam harinya.

Varian lainnya adalah nglarung. Gunungan setelah sebelumnya diarak keliling kampung dan diperebutkan masyarakat, akan digiring menuju tengah perairan (danau, bendungan, sungai, atau laut) hingga tenggelam. Salah satu yang biasa melaksanakan ritual ini adalah masyarakat Desa Pajaran, Kecamatan Saradan di mana terdapat Waduk  Bening di sana.

Selain di dua lokasi tersebut, ritual pada bulan Suro juga biasa dilaksanakan di Situs Nglambangan yang terletak di Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, berjarak sekitar 8 km dari pusat kota. Lokasi tersebut adalah peninggalan dari kerajaan Majapahit berupa punden, watu dakon, sumur kuno, sendang Jambangan, dan Pura Lambangsari.

Jamasan Pusaka

Jamas” berarti “mencuci”, dalam bentuk kosakata strata tertinggi pada bahasa Jawa. Sebenarnya Jamasan hanya dilakukan dalam rentang bulan Suro dan tidak boleh dilakukan sembarang orang. Juga, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Penjamas perlu mempersiapkan diri sebelumnya, tidak hanya fisik tapi juga batinnya dengan puasa. Akan tetapi ritual ini kini dilonggarkan dan dilakukan di luar bulan Suro karena pertimbangan kepentingan sektor pariwisata.

Mengungkap Seremoni Ritual Adat Bulan Suro di Madiun
(sumber : tagar.id)

 

Pusaka yang dijamas tidak selalu berupa tosan aji (senjata) tapi juga kereta atau perlengkapan berkuda, perlengkapan upacara, perangkat gamelan dan panji (bendera). Masing-masingnya memiliki cara penjamasan yang tak sama.

Jamasan tosan aji dilakukan menggunakan bahan larutan dan cairan tertentu. Langkah-langkah penjamasan ialah sebagai berikut:

  • Pusaka dibersihkan dengan cairan jeruk nipis agar kotoran dapat larut, lalu disiram dengan air kembang hingga bersih.
  • Setelah itu pusaka diolesi warangan yang terbuat dari arsenik supaya tak berkarat.
  • Sebagai langkah terakhir, pusaka diolesi campuran minyak kelapa dan minyak cendana.

Nyadran

Nyadran adalah tradisi peninggalan era agama Hindu-Buddha yang diselaraskan dengan ajaran agama Islam seperti pembacaan ayat Al-Quran, dzikir dan tahlil. Tradisi ini merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari membersihkan desa, makam leluhur, sekaligus mendoakannya sampai dengan selametan atau kenduren.

Tradisi ini dilakukan sebagai wujud penghormatan pada leluhur. Nyadran tidak hanya diadakan pada bulan Suro, tapi sebenarnya juga pada Ruwah Akhir yaitu bulan sebelum Ramadhan. Hal yang membedakannya dengan ziarah biasa adalah Nyadran diputuskan oleh otoritas terkait, seperti sesepuh atau kyai lokal dan sifatnya yang komunal, mencakup kawasan tertentu sehingga tidak dilakukan perseorangan.

Jadi, jika Anda berencana pergi ke Kota Madiun, awalilah dengan Airy Rooms. Dengan jaringan hotel dan properti terbesar di Indonesia tentu tak mengecewakan. Semua bisa dilakukan dalam genggaman tangan lewat situs resmi atau unduh aplikasi Airy di Android atau Apple. Mulai dari tiket pesawat, cari hotel dengan fasilitas memuaskan seperti AC dan TV, ranjang bersih dan nyaman, perlengkapan mandi dan air hangat,  sampai koneksi internet gratis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*